Kamis, 14 Mei 2026

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Penulis : Prisma Ardianto
14 Mei 2026 | 19:05 WIB
BAGIKAN
Foto udara aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal Internasional, Belawan, Medan, Sumatera Utara. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)
Foto udara aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal Internasional, Belawan, Medan, Sumatera Utara. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)

JAKARTA, investor.id – Kinerja ekspor pada tiga bulan pertama tahun ini tidak begitu menggembirakan. Pelemahan rupiah harus dimanfaatkan untuk memperbaiki kinerja ekspor.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor sebesar US$ 22,53 miliar atau kontraksi 3,1% secara tahunan (year on year/yoy) pada Maret 2026. Kontraksi itu membuat kinerja ekspor sepanjang Januari-Maret 2026 hanya tumbuh tipis 0,34% yoy menjadi sebesar US$ 66,85 miliar.

Menurut BPS, penurunan nilai ekspor pada Maret di segmen nonmigas utamanya terjadi di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, dengan penurunan sebesar 44,14%. Penurunan juga terjadi pada sektor pertambangan dan lainnya sebesar 2,15% yoy, serta ekspor industri manufaktur yang susut 1,26% yoy.

ADVERTISEMENT

Sementara komoditas unggulan ekspor nonmigas yang terpantau menurun cukup dalam adalah batu bara, yaitu sebesar 11,51% yoy sepanjang Januari-Maret 2026. Sedangkan komoditas besi dan baja naik tipis 0,56% yoy, serta CPO dan turunannya meningkat 3,56% yoy.

Ekspor memang perlu terus didorong. Tren pada awal tahun juga memengaruhi kontribusi ekspor ke pertumbuhan ekonomi, di mana distribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) tertahan sebesar 21,22% dan perkembangannya hanya meningkat 0,90% yoy.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah telah melemah 4,64% secara tahun berjalan (year to date/ytd) menjadi Rp 17.496 per dolar AS hingga 13 Mei 2026, berdasarkan kurs JISDOR dari Bank Indonesia (BI).

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum
Dampak Pelemahan Rupiah bagi Sektor Ekonomi, 2026. (Apindo & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyadari situasi ini harus dimanfaatkan untuk mendorong kinerja ekspor. Menurut Budi, kinerja ekspor Indonesia sepanjang awal 2026 masih menunjukkan tren positif, kendati hanya tumbuh tipis.

“Kita dorong terus jangan sampai nanti pertumbuhannya lebih kecil. Makanya salah satu cara yang kita lakukan, kita mendorong teman-teman untuk terus meningkatkan ekspor. Mudah-mudahan nanti April tetap naik terus ya,” ujar Budi di Jakarta, seperti dikutip dari Antara pada Kamis (14/5/2026).

Budi menilai pelemahan rupiah tidak selalu menjadi hambatan bagi sektor perdagangan luar negeri. Pemerintah justru memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum
Kinerja ekspor komoditas nonmigas unggulan. (Ilustrasi: Investor Daily)

“Pokoknya, apa pun kondisinya, kita harus terus mencari jalan keluar agar ekspor kita tetap berjalan, bahkan terus meningkat,” katanya.

Ia mengatakan, Kementerian Perdagangan bersama pelaku usaha terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga pertumbuhan ekspor agar tidak melambat. Upaya tersebut dilakukan melalui perluasan pasar tujuan ekspor dan peningkatan volume pengiriman barang ke luar negeri.

Menurut Budi, tertahannya kinerja ekspor pada awal tahun tak lepas dari ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi, termasuk dampak konflik geopolitik dan tekanan perdagangan internasional. Meski begitu, pemerintah optimistis sektor ekspor tetap menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga stabilitas neraca perdagangan Indonesia di tengah fluktuasi rupiah.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 23 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 33 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 34 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 45 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia