Kamis, 14 Mei 2026

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Penulis : Addin Anugrah Siwi
14 Mei 2026 | 20:17 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, pada Rabu (13/5/2026). (B-Universe Photo/Addin Anugrah Siwi)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, pada Rabu (13/5/2026). (B-Universe Photo/Addin Anugrah Siwi)

Keluhan lainnya berkaitan dengan penghentian sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga air, proses visa kerja yang dinilai semakin rumit, hingga rencana penghapusan insentif kendaraan listrik dan pengurangan fasilitas pajak di kawasan ekonomi khusus.

Meski demikian, Purbaya menilai hubungan investasi Indonesia dan China harus dilihat secara timbal balik. Ia mengaku pemerintah Indonesia juga pernah menyampaikan keberatan terkait praktik bisnis sejumlah pengusaha China di Indonesia yang dinilai tidak sesuai aturan.

“Saya sudah komplain ke mereka, banyak pengusaha China di sini yang juga melakukan bisnis gak legal. Saya minta dia perbaiki waktu itu, dia janji akan memperingati mereka. Jadi itu dua arah sebetulnya, tidak ada masalah,” ujar Purbaya.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap investasi asing, termasuk dari China, selama seluruh aktivitas usaha dijalankan sesuai hukum Indonesia. “Kita enggak akan ganggu bisnis siapa pun di sini, asal mereka lakukan dengan legal. Kalau ilegal kita akan tindak,” katanya.

Purbaya menambahkan, pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan antara kepastian investasi dan perlindungan kepentingan nasional dalam pengelolaan sumber daya serta kebijakan ekonomi domestik.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, merespons surat protes yang dilayangkan Kamar Dagang China kepada Presiden Prabowo Subianto. Bahlil menyatakan telah berkomunikasi langsung dengan Duta Besar China untuk memberikan penjelasan mengenai berbagai kebijakan sumber daya mineral, termasuk revisi formula Harga Patokan Mineral (HPM) nikel.

“Beberapa sudah komunikasi sama saya, dubesnya pun sudah ngobrol sama saya, dan saya memberikan penjelasan dengan baik,” ungkap Bahlil saat ditemui di gedung, Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 37 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 48 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia