Kamis, 14 Mei 2026

Laba Lampaui Perkiraan, Target Harga Saham Bank Mandiri (BMRI) Direvisi Naik

Penulis : Parluhutan Situmorang
28 Okt 2022 | 12:11 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi (tengah) didampingi (kika) Direktur Keuangan dan Strategi Sigit Prastowo, Wakil Direktur Utama Alexandra Askandar, Direktur Manajemen Risiko Ahmad Siddik Badruddin, dan Direktur Teknologi Informasi Timothy Utama saat menyampaikan paparan kinerja Bank Mandiri pada triwulan III-2022 di Jakarta, Rabu (26/10). (Foto: Ist)
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi (tengah) didampingi (kika) Direktur Keuangan dan Strategi Sigit Prastowo, Wakil Direktur Utama Alexandra Askandar, Direktur Manajemen Risiko Ahmad Siddik Badruddin, dan Direktur Teknologi Informasi Timothy Utama saat menyampaikan paparan kinerja Bank Mandiri pada triwulan III-2022 di Jakarta, Rabu (26/10). (Foto: Ist)

JAKARTA, Investor.id - Kedua sekuritas ini merevisi naik target harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), menyusul keberhasilan perseroan mencetak lonjakan kinerja keuangan sampai September 2022. Revisi naik tersebut sejalan dengan target kinerja keuangan Bank Mandiri tahun ini setelah melihat pencapain sampai kuartal III-2022.

Hingga September 2022, Bank Mandiri membukukan lonjakan pendapatan bunga bersih sebanyak 20% dari Rp 53,31 triliun menjadi Rp 63,98 triliun. PPOP juga melesat dari Rp 43,83 triliun menjadi Rp 54,01 triliun. Sedangkan laba bersih melambung 59,4% dari Rp 19,23 triliun menjadi Rp 30,65 triliun.

Ciptadana Sekuritas merevisi naik target harga saham BMRI dari Rp 9.900 menjadi Rp 11.300 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Revisi tersebut menggambarkan kinerja keuangan perseroan bertumbuh sangat solid sampai kuartal III-2022, sehingga terbuka potensi kenaikan kinerja keuangan dibandingkan estimasi semula.

ADVERTISEMENT

“Realisasi kinerja keuangan Bank Mandiri sampai kuartal III-2022 telah melampaui estimasi kami dan konsensus analis. Pencapaian yang kuat tersebut didukung kenaikan NIM menjadi dari 5,1% menjadi 5,6% sampai kuartal III-2022,” tulisnya.

Perseroan juga berhasil mencetak pertumbuhan kredit lebih agresif, dibandingkan perkiraan semula. Realisasi pertumbuhan kredit mencapai 14,3% sampai September 2022 atau tertinggi dibandingkan emiten sektornya. Begitu juga dengan biaya dana mengalami perbaikan menjadi 1,4% sampai September 2022.

Hal ini mendorong Ciptadana Sekuritas untuk merevisi naik kinerja keuangan perseroan. Proyeksi laba bersih tahun ini direvisi naik dari Rp 37,74 triliun menjadi Rp 39,87 triliun. Begitu juga dengan target laba bersih tahun 20223 direvisi naik dari Rp 40,83 triliun menjadi Rp 45,68 triliun.

Revisi naik target kinerja keuangan dan saham BMRI juga datang dari analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savitri. Dia mengatakan, target harga saham BMRI direvisi naik dari Rp 10.500 menjadi Rp 12.000 dengan rekomendasi dipertahankan beli.

“Kami merevisi naik target kinerja keuangan Bank Mandiri, seiring dengan NIM lebih tinggi, pengelolaan belanja operasional dan biaya kredit lebih baik, dan pertumbuhan kredit yang pesat,” tulisnya dalam riset hari ini.

Melihat realisasi kinerja keuangan dan operasional perseroan sampai September 2022, dia mengatakan, BRI Danareksa Sekuritas menaikkan target kinerka keuangan, meskipun ekonomi global dan domestik masih volatil.

BRI Danareksa Sekuritas menaikkan target laba bersih perseroan menjadi Rp 45,4 triliun pada 2023 didukung proyeksi pertumbuha kredit mencapai 8,6%, NIM diprediksi naik menjadi 5,4%, beban operasional diprediksi naik 6,4%, dan biaya kredit mencapai 130 bps. Sedangkan rasio dividen perseroan tahun depan diprediksi mencapai 60%.

BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik NIM perseroan tahun ini dari semula 4,9% menjadi 5,3% tahun 2022 dan menjadi 5,4% pada 2023. Begitu juga dengan pertumbuhan kredit direvisi naik dari semula 8,6% menjadi 10,7% pada 2022 dan mencapai 8,6% pada 2023.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 22 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 51 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia