Kamis, 14 Mei 2026

Tenang, Saham GOTO Bisa Balik ke Rp 100, Jangka Panjang Rp 190

Penulis : Zsazya Senorita
11 Apr 2023 | 05:02 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi saham GOTO.
Ilustrasi saham GOTO.

JAKARTA, investor.id - Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada perdagangan Senin (10/4/2023) turun 6,93% ke level Rp 94. Namun, kalangan analis meyakini, saham GOTO mampu kembali menembus harga Rp 100, bahkan menyentuh Rp 190 dalam jangka panjang.

"Target harga untuk 12 bulan ke depan saham GOTO versi kami Rp 190,” kata analis Ciptadana Gani kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (10/4/2023).

Dia menjelaskan, terkoreksinya harga saham GOTO belakangan ini dipicu langkah Softbank yang mengurangi kepemilikan di perusahaan itu. Berdasarkan data kepemilikan saham GOTO yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI) per 6 April 2023, proporsi investor asing di GOTO turun dari 78,3% per 31 Desember 2022 menjadi 78% hingga 31 Maret 2023.

ADVERTISEMENT

Data tersebut menggambarkan bahwa investor asing melepas 0,3% saham GOTO sepanjang kuartal I-2023, salah satunya SVF GT Subco yang disebut terafiliasi dengan Softbank.

Pada akhir 2022, SVF GT Subco tercatat sebagai pemegang 103,1 miliar saham GOTO atau setara 8,71%. Namun, akhir Maret 2023, kepemilikan saham perusahaan itu turun menjadi 92,3 miliar atau setara 7,79%.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menganalisis bahwa gejolak perbankan global memberi efek domino terhadap pelemahan indeks saham teknologi (IDX Techno). Sebab, gejolak perbankan global turut memengaruhi kinerja indeks sektor teknologi di bursa AS.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 3 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 32 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia