Kamis, 14 Mei 2026

Satu-satunya, BlackRock Pertahankan Saham GOTO dalam ETF

Penulis : Parluhutan Situmorang
6 Jun 2023 | 13:16 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi GOTO. (Foto: GOTO)
Ilustrasi GOTO. (Foto: GOTO)

JAKARTA, investor.id –  Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi target akumulasi BlackRock, perusahaan investasi global asal Amerika Serikat, untuk portofolio exchange traded fund (ETF) miliknya, iShares Blockchain and Tech (IBLC). Dalam produk ETF tersebut, GOTO disandingkan dengan perusahaan teknologi raksasa global, seperti NVIDIA, IBM, hingga PayPal.

Mengacu pada keterangan resmi untuk produk IBLC per 2 Juni 2023, GOTO menjadi konstituen dengan bobot mencapai 1,69%. Bahkan saham GOTO menjadi satu-satunya emiten teknologi asal Indonesia yang masuk produk IBLC.

Menariknya lagi, hanya saham GOTO yang dipilih sebagai konstituen dari segmen perusahaan teknologi Southeast Asia dalam ETF BlackRock tersebut. Saham Sea Ltd dan Grab tidak ada dalam portofolio reksa dana tersebut.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, sebanyak 35 saham lainnya didominasi oleh saham-saham perusahaan asal Amerika Serikat (AS), Tiongkok, Eropa, dan Jepang. Beberapa perusahaan AS yang masuk produk ETF tersebut, seperti Coinbase, NVIDIA Corp, dan Paypal Holdings.

Ada juga Ping An Insurance Group asal Tiongkok yang juga menjadi konstituen produk ETF BlackRock tersebut. Sementara itu, perusahaan asal Jepang yang masuk menjadi penghuni IBLC adalah NTT Data Corp dan GMO Internet Group Inc.

BlackRock sebagai raksasa keuangan global dengan total aset kelolaan atau asset under management (AUM) mencapai US$ 10 triliun meluncurkan produk IBLC pada 25 April 2022. Artinya produk ETF tersebut termasuk relatif baru, karena umurnya yang baru menginjak 1 tahun. 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 2 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 31 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia