Investor Kakap Beli Saham Bumi Minerals (BRMS), Ternyata Target Harganya Segini
JAKARTA, investor.id - Sugiman Halim menambah kepemilikannya atas saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Per 19 Desember 2023, jumlah saham yang dikuasai Sugiman Halim jadi 10.415.292.088 saham BRMS. Naik 15 juta saham dibandingkan sebelumnya 10.400.292.088 saham BRMS.
Hal tersebut terungkap dari laporan biro administrasi efek dari Bumi Resources Minerals, yakni Ficomindo Buana Registrar.
“Bersama ini kami sampaikan perubahan data pemegang saham yang kepemilikanya 5% atau lebih per tanggal 19 Desember 2023 dari PT Bumi Resources Minerals Tbk,” terang Direktur Ficomindo, Jimmi Maulana Sidik dalam keterbukaan informasi dikutip Jumat (22/12/2023).
Meski demikian, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai tujuan transaksi yang dilakukan Sugiman Halim.
Target Harga
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler






