Saham Batu Bara Ini Siap Dibeli di Rp 1.305, Harga Pasar Regulernya di Bawah Rp 1.000
JAKARTA, investor.id - Saham PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) dibuka di Rp 975 (atau di bawah Rp 1.000) pada sesi I perdagangan pasar reguler Jumat (22/12/2023). Dipantau di sekitar pukul 09.15 WIB saham ini ada di Rp 850 alias turun 12,82%.
Saham SMMT melanjutkan pelemahan pada perdagangan 21 Desember kemarin yang ditutup ambles 24,71%.
Pengendali baru SMMT, yakni PT Geo Energy Investama sedang melakukan penawaran tender wajib (tender offer) sebanyak-banyaknya 514.969.305 saham SMMT. Periode penawaran tender wajib adalah 30 hari yang dimulai pada pukul 09.30 WIB pada tanggal 23 November 2023, dan akan berakhir pada pukul 16.00 WIB pada tanggal 22 Desember 2023, atau pada hari ini.
Dalam keterbukaan informasi Geo Energy Investama dijelaskan bahwa harga penawaran tender wajib saham SMMT Rp 1.305,5/saham.
“Adapun maksimum jumlah dana yang dibutuhkan GEO dalam melakukan penawaran tender wajib ini adalah sebanyak-banyaknya Rp 672,29 miliar,” terang manajemen GEO pada November lalu.
“Di mana pada periode tersebut pemegang saham yang ditawarkan dapat ikut serta dalam penawaran tender wajib,” ungkap manajemen GEO.
Manajemen GEO menyatakan bahwa latar belakang akuisisi SMMT adalah dalam rangka mengembangkan dan memperluas bisnis GEO di industri batu bara.
Sedangkan, tujuan penawaran tender wajib guna mematuhi Peraturan POJK 9/2018, di mana pihak yang menawarkan bermaksud untuk memberikan kesempatan kepada pemegang saham yang ditawarkan untuk menjual saham-saham yang dimilikinya dalam SMMT pada harga penawaran tender wajib.
Pengendali dan ultimate beneficial owner dari GEO dan SMMT (setelah akuisisi) adalah Ng See Yong.
Akuisisi
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler






