Kamis, 14 Mei 2026

Saham Batu Bara Ini Siap Dibeli di Rp 1.305, Harga Pasar Regulernya di Bawah Rp 1.000

Penulis : Thresa Sandra Desfika
22 Des 2023 | 09:25 WIB
BAGIKAN
PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT). (Ilustrasi/Perseroan)
PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Saham PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) dibuka di Rp 975 (atau di bawah Rp 1.000) pada sesi I perdagangan pasar reguler Jumat (22/12/2023). Dipantau di sekitar pukul 09.15 WIB saham ini ada di Rp 850 alias turun 12,82%.

Saham SMMT melanjutkan pelemahan pada perdagangan 21 Desember kemarin yang ditutup ambles 24,71%.

Pengendali baru SMMT, yakni PT Geo Energy Investama sedang melakukan penawaran tender wajib (tender offer) sebanyak-banyaknya 514.969.305 saham SMMT. Periode penawaran tender wajib adalah 30 hari yang dimulai pada pukul 09.30 WIB pada tanggal 23 November 2023, dan akan berakhir pada pukul 16.00 WIB pada tanggal 22 Desember 2023, atau pada hari ini.

ADVERTISEMENT

Dalam keterbukaan informasi Geo Energy Investama dijelaskan bahwa harga penawaran tender wajib saham SMMT Rp 1.305,5/saham.

“Adapun maksimum jumlah dana yang dibutuhkan GEO dalam melakukan penawaran tender wajib ini adalah sebanyak-banyaknya Rp 672,29 miliar,” terang manajemen GEO pada November lalu.

“Di mana pada periode tersebut pemegang saham yang ditawarkan dapat ikut serta dalam penawaran tender wajib,” ungkap manajemen GEO.

Manajemen GEO menyatakan bahwa latar belakang akuisisi SMMT adalah dalam rangka mengembangkan dan memperluas bisnis GEO di industri batu bara.

Sedangkan, tujuan penawaran tender wajib guna mematuhi Peraturan POJK 9/2018, di mana pihak yang menawarkan bermaksud untuk memberikan kesempatan kepada pemegang saham yang ditawarkan untuk menjual saham-saham yang dimilikinya dalam SMMT pada harga penawaran tender wajib.

Pengendali dan ultimate beneficial owner dari GEO dan SMMT (setelah akuisisi) adalah Ng See Yong.

Akuisisi

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 3 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 32 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia