Kamis, 14 Mei 2026

Musim Window Dressing Tiba, Intip Kisi-kisi Cuan Saham Top 20 LQ45 Ini

Penulis : Indah Handayani
23 Des 2023 | 14:17 WIB
BAGIKAN
Investor menunjuk pergerakan saham di layar, gedung BEI, Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Investor menunjuk pergerakan saham di layar, gedung BEI, Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

Di momentum window dressing 2023 ini, Dimas menyarankan trader dan investor untuk mencermati kisi-kisi cuan saham Top 20 LQ45.

Ke-20 saham berdasarkan penutupan pasar 8 Desember 2023 adalah BRPT (YTD 138,82%), TPIA (YTD 89,02%), ACES (YTD 39,11%), BRIS (YTD 28,08%), BMRI (YTD 15,87%), BBNI (YTD 11,65%), BBRI (YTD 8,96%), ICBP (YTD 8,77%), GOTO (YTD 4.40%), TLKM (YTD 3.73%), MEDC (YTD 3,43%), AMRT (YTD 3,38%), BBCA (YTD 1,75%), AKRA (YTD 0,36%), ASII (YTD -2,19%), INTP (YTD -5,56%), INDF (YTD -5,95%), EXCL (YTD -6,10%), SMGR (YTD -7,58%) dan JPFA (YTD -8,11%).

“Jika investor melakukan pembelian saham BBRI pada awal bulan Desember ini (window dressing) dengan rata-rata kenaikan harga sebesar 1,32% dalam 3 tahun terakhir maka dengan ilustrasi investor melakukan pembelian saham tersebut sebesar Rp100 juta maka akan mendapatkan capital gain sebesar Rp.1.320.000 di akhir bulan ini,” terang Dimas.

ADVERTISEMENT

Secara historical selama 20 tahun terakhir, Dimas memaparkan, indeks LQ45 tercatat mengalami kenaikan saat window dressing dengan rata-rata kenaikan sebesar 3,72% dan probabilitas kenaikan sebesar 95%. Kenaikan terbesar terjadi pada 2008 yang tercatat naik 11,90%, sementara pada 2022 indeks ini mengalami penurunan sebesar 7,05% disebabkan pandemi Covid-19.

"Berdasarkan data yang ada, sektor infrastruktur dan sektor barang baku adalah dua sektor outperform secara year to date (ytd) 2023. Kenaikan tertinggi pada sektor infrastruktur ditopang oleh saham BREN, JSMR dan META," tegasnya.

Dimas menambahkan berdasarkan data yang ada, sektor energi dan sektor Kesehatan adalah dua sektor underperform secara ytd. Sektor sektor energi masih ditopang oleh saham PTRO dan SGER, sementara dari sektor Kesehatan ditopang oleh saham SILO dan TSPC. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 22 detik yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 29 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia