Kamis, 14 Mei 2026

Diborong Lo Kheng Hong, Saham Bank Ini Melejit

Penulis : Thresa Sandra Desfika
12 Feb 2024 | 10:53 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bank CIMB NIaga (BNGA). Ist
Ilustrasi Bank CIMB NIaga (BNGA). Ist

JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) melejit pada sesi I perdagangan 12 Februari 2024. Di sekitar pukul 10.50 WIB, saham BNGA ada di Rp 1.880 atau naik 5,62%.

Bank CIMB Niaga (BNGA) sendiri telah melaksanakan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD/PMTHMETD) atau private placement.

Dalam keterbukaan informasi BNGA yang dipublikasikan di Harian Investor Daily, Kamis (1/2/2024) dijelaskan bahwa tanggal pelaksanaan private placement pada 31 Januari 2024. Lalu tanggal pencatatan saham baru pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1 Februari 2024.

ADVERTISEMENT

Adapun jumlah saham baru yang diterbitkan sebanyak 10.599.000 saham dengan harga pelaksanaan private placement Rp 1.575/saham. Sehingga nilai keseluruhannya Rp 16,69 miliar.

Disebutkan bahwa pihak yang melakukan pengambilan bagian dalam private placement BNGA ini adalah Lo Kheng Hong dan Dendy Soerjono. Namun, tak disebutkan berapa jumlah saham yang diambil bagian oleh masing-masing pihak.

Sebagai informasi, Lo Kheng Hong dan Dendy Soerjono juga sebelumnya telah memiliki saham CIMB Niaga (BNGA). Di mana per 29 Desember 2023, Lo Kheng Hong menggenggam 19.764.000 saham BNGA atau 0,08%, sedangkan Dendy Soerjono sebesar 18.704.600 saham atau 0,07%.

Dengan jumlah kepemilikan itu, Lo Kheng Hong tercatat sebagai pemegang saham nomor 14 terbesar dari BNGA, dan Dendy Soerjono pemeghang saham terbesar nomor 15.

Jumlah Saham

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 3 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 32 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia