BBCA Turun Terus, Kenapa?
Bank Central Asia (BCA) yang memasang target kredit tahun ini cukup moderat. Pasalnya, tahun ini BCA memproyeksi pertumbuhan kredit sekitar 6-8% secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini berada di bawah target dua regulator, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sebesar 9-11% (yoy) dan Bank Indonesia (BI) sekitar 11-13% (yoy).
Proyeksi kredit BCA tahun ini juga lebih rendah dibandingkan dengan realisasi kredit perseroan tahun lalu yang meningkat 13,8% (yoy) mencapai Rp 922 triliun. Proyeksi yang lebih moderat tersebut lantaran masih banyak tantangan dari sisi likuiditas dan suku bunga di pasar.
Meski demikian, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan bahwa perseroan masih tetap optimistis akan kinerja BCA tahun 2025. Di sisi lain, pihaknya juga menekankan untuk tetap waspada dalam kondisi saat ini.
“Kami optimis, sangat optimis, tapi tentu optimis yang terarah, kami harus terus memperhatikan keadaan sekeliling kita. Bagaimana daya beli masyarakat, bagaimana keadaan likuiditas, bagaimana suku bunga yang memang terjangkau oleh para nasabah, jadi banyak faktor, tidak semata optimis, tapi harus waspada,” imbuh Jahja dalam konferensi pers BCA Expoversary 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (20/2/2025).
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler






