Siapa Sangka, Saham Rp 40.000-an Masih Bisa Terbang 723%
JAKARTA, investor.id - Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) bikin kejutan dengan lonjakan harganya. Hingga akhirnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) pun menjatuhkan suspensi atas saham ini sejak 24 Juli 2025 sampai dengan pengumuman lebih lanjut.
Saham emiten portofolio Anthoni Salim (DCII) harganya melonjak ke Rp 346.725 pada perdagangan 23 Juli, sehari sebelum kena gembok. Padahal di 22 Juli, saham ini juga sempat dijatuhkan suspensi satu hari lantaran peningkatan harga kumulatif yang signifikan.
Baca Juga:
Jelang Review MSCI, Ada Kabar soal PTROJika dihitung dari awal tahun (ytd), harga saham emiten yang didirikan Otto Toto Sugiri ini sudah meroket 723,57% dari Rp 42.100. Siapa sangka, saham Rp 40.000-an masih bisa melambung tinggi lagi hingga ratusan persen?
Berdasarkan data BEI, saham DCI merupakan top leader IHSG untuk periode tahun berjalan. Dengan memberikan kontribusi +355,02 poin. Nilai kapitalisasi pasar atau market cap DCII tembus Rp 827 triliun, di posisi ketiga daftar emiten dengan market cap terbesar di BEI.
IPO
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler





