Kamis, 14 Mei 2026

Muncul Laba Telkom (TLKM)

Penulis : Thresa Sandra Desfika
30 Okt 2025 | 21:19 WIB
BAGIKAN
Gedung PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
Gedung PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Sebelumnya diberitakan, Telkom Indonesia (TLKM) berencana menjual 20-30% saham anak usahanya, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF), kepada mitra strategis. Muncul harga wajar saham TLKM.

Adapun penjualan sebagian saham TIF bertujuan untuk membuka nilai tersembunyi (value unlocking), menguji valuasi pasar, serta meningkatkan efisiensi modal. Telkom akan tetap memegang kendali di perusahaan yang memiliki aset jaringan serat optik atau fiber optic tersebut.

“Dana hasil divestasi diharapkan untuk alokasi pembayaran dividen rutin, dividen spesial, dan program pembelian kembali (buyback) saham,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan dalam risetnya, yang dikutip pada Minggu (26/10/2025).

ADVERTISEMENT

Rencana pelepasan 20-30% saham TIF akan dieksekusi setelah fase kedua pemisahan usaha (spin off) InfraCo tersebut selesai pada semester I-2026.

Telkom (TLKM) telah menyelesaikan tahap pertama spin off bisnis dan aset jaringan serat optik grosir ke TIF, dengan nilai buku bersih Rp 35,7 triliun – termasuk utang Rp 14 triliun.

Tahap pertama mencakup transfer aset fiber to the home (FTTH), fiber to the building (FTTB), fiber to the node (FTTN), dan jaringan backbone serat optik. Sedangkan kabel bawah laut domestik akan dialihkan pada tahap kedua.

“Penyelesaian tahap kedua ditargetkan pada pertengahan 2026, meski sekitar 5-7% aset berpotensi tertunda karena proses perizinan kabel bawah laut,” sebut Kafi.

Rekomendasi Saham dan Harga Wajar TLKM 

Lebih lanjut, menurut Kafi, manajemen TLKM menyebutkan bahwa InfraCo tersebut dapat menghasilkan pendapatan sekitar Rp 25 triliun dan EBITDA sebesar Rp 9-10 triliun pada awal operasinya.

“Transaksi tahap pertama mencerminkan valuasi EV/EBITDA sebesar 8,75 kali atau jauh di bawah rata-rata perusahaan global yang berkisar 15 kali,” jelas dia.

Valuasi yang lebih rendah itu mencerminkan tingkat utilisasi jaringan yang masih sub-optimal, yakni sekitar 40%. Namun, manajemen TLKM menilai bahwa peningkatan utilisasi jaringan ke level optimal dapat memberikan potensi kenaikan valuasi, dengan kisaran wajar EV/EBITDA sebesar 9-12 kali.

Dengan berbagai faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham TLKM dengan target harga Rp 3.500. Target harga saham TLKM berdasarkan rata-rata EV/EBITDA lima tahun terakhir yang digabungkan dengan valuasi discounted cash flow (DCF).

“Transaksi tahap pertama dengan EV/EBITDA sebesar 8,75 kali memang belum memberikan kenaikan langsung terhadap valuasi, namun sejalan dengan proyeksi dasar kami,” ungkap Kafi.

Apabila valuasi PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) – yang digadang-gadang bakal menjadi InfraCo terbesar di Indonesia – meningkat menjadi EV/EBITDA sebesar 11-15 kali dengan EBITDA konservatif Rp 10 triliun, harga wajar saham TLKM bisa naik ke kisaran Rp 3.700-4.100.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 49 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia