Kamis, 14 Mei 2026

Muncul Laba Telkom (TLKM)

Penulis : Thresa Sandra Desfika
30 Okt 2025 | 21:19 WIB
BAGIKAN
Gedung PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
Gedung PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

JAKARTA, investor.id - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) merilis laporan keuangan sembilan bulan tahun 2025 atau hingga akhir kuartal III-2025 pada Kamis (30/10/2025) malam. Emiten sektor telekomunikasi ini mencetak laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 15,78 triliun.

Raihan laba bersih itu melemah 10,7% dari capaian laba bersih Telkom (TLKM) pada periode Januari -September 2024 yang mencapai Rp 17,67 triliun.

Telkom Indonesia membukukan laba per saham dasar Rp 159,33 per akhir September tahun ini. Dibandingkan periode yang sama tahun 2024 lalu dengan laba per saham yang berjumlah Rp 178,42.

ADVERTISEMENT

Emiten BUMN berkode saham TLKM ini mencatatkan pendapatan Rp 109,61 triliun pada 9 bulan 2025. Ketimbang pendapatan Rp 112,21 triliun di Januari-September 2024. Setelah dipotong biaya dan beban, laba usaha Telkom Indonesia tercatat Rp 29,17 triliun, menurun dari sebelumnya Rp 32,45 triliun.

Telkom Indonesia mencatatkan laba bersih konsolidasian sampai dengan akhir kuartal III-2025 Rp 20,59 triliun. Sedangkan di periode 9 bulan tahun 2024, capaian laba bersih konsolidasian TLKM Rp 23,02 triliun.

Per 30 September 2025, Telkom Indonesia memiliki total aset Rp 291,89 triliun, liabilitas Rp 136,88 triliun, dan ekuitas Rp 155,01 triliun.

Saham Telkom Indonesia melemah 1,22% ke Rp 3.250 pada perdagangan Kamis (30/10/2025). Meski melemah, saham TLKM ternyata diserok asing dengan net buy Rp 53,92 miliar. Dalam periode tiga bulan terakhir, saham TLKM masih melonjak 12,85%.

Aksi dan Target Harga Saham

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 9 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 38 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 2 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia