Harga Minyak Naik Tipis, Dipicu Gangguan Pasokan
NEW YORK, investor.id – Harga minyak dunia naik tipis pada perdagangan Rabu (15/4/2026), seiring kekhawatiran gangguan pasokan yang masih membayangi, meski ada harapan meredanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent naik tipis 14 sen (0,1% ) menjadi US$94,93 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat tipis satu sen ke level US$ 91,29 per barel.
Stabilnya harga minyak terjadi di tengah tarik-menarik sentimen antara potensi kesepakatan damai dan risiko terganggunya pasokan global, khususnya dari kawasan Timur Tengah.
Sumber yang mengetahui pembicaraan di Teheran menyebutkan, Iran mempertimbangkan untuk mengizinkan kapal melintas dengan aman di sisi Oman dari Selat Hormuz sebagai bagian dari proposal negosiasi dengan AS, dengan syarat kesepakatan tercapai untuk mencegah konflik kembali pecah.
Namun demikian, kondisi di lapangan masih jauh dari normal. Sekitar 45 hari setelah Garda Revolusi Iran menyatakan penutupan Selat Hormuz, yang mengganggu sekitar 20% pengiriman minyak dan LNG global, arus lalu lintas kapal masih jauh di bawah level normal sebelum perang.
Analis Kpler Johannes Rauball mencatat, total kehilangan pasokan minyak mentah dan kondensat dari Timur Tengah telah mencapai 496 juta barel hingga saat ini.
Di sisi lain, AS menerapkan blokade terhadap kapal yang keluar dari pelabuhan Iran, yang disebut telah menghentikan sepenuhnya perdagangan laut negara tersebut.
Meski begitu, sejumlah analis mencatat adanya tanda-tanda pemulihan terbatas. Data pelacakan terbaru menunjukkan jumlah kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz mulai meningkat, meskipun masih jauh di bawah rata-rata normal.
“Pasar tidak lagi memperhitungkan gangguan total pasokan, tetapi masih mempertahankan premi risiko karena pemulihan arus distribusi berlangsung tidak merata,” tulis analis Gelber & Associates.
Dari sisi kebijakan, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memperpanjang kebijakan pengecualian (waiver) yang memungkinkan pembelian minyak Iran dan Rusia tanpa sanksi.
Sementara itu, para menteri keuangan dari hampir selusin negara yang dipimpin Inggris mendesak AS, Israel, dan Iran untuk menjalankan gencatan senjata secara penuh. Mereka memperingatkan konflik ini tetap berpotensi menekan ekonomi global, bahkan jika segera berakhir.
Bessent juga mengakui ekonomi AS kemungkinan melambat pada kuartal ini, namun tetap berada dalam kondisi solid dan berpotensi pulih. Ia menilai kenaikan harga minyak sejauh ini belum berdampak signifikan terhadap ekspektasi inflasi.
Ancaman Trump
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





