Rupiah Balik Arah Usai Digempur Tekanan
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah (IDR) berhasil menguat terhadap dolar AS (USD) pada Rabu, 13 Mei 2026.
Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 53 poin terhadap dolar AS, setelah sebelumnya sempat menguat 75 poin di level Rp 17.475 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.528.
Sebelumnya, rupiah pada Rabu pagi (13/5) dibuka melemah 13 poin (0,07%) ke level Rp 17.515 per dolar AS.
Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa rupiah melemah saat sentimen pasar tetap rapuh setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa negosiasi dengan Iran berada dalam kondisi kritis.
"Komentar tersebut meredam optimisme atas gencatan senjata jangka pendek dan menjaga ketidakpastian geopolitik tetap tinggi," ungkap Ibrahim dalam keterangan tertulis pada Rabu (13/5/2026).
Rupiah juga melemah seiring gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz yang terus berlanjut.
Selain itu, pelemahan rupiah juga terjadi di tengah fokus investor pada pertemuan puncak Trump dengan Xi Jinping pada 14-15 Mei di Beijing, di mana kedua pemimpin tersebut diharapkan akan membahas ketegangan perdagangan, konflik Iran, Taiwan, dan rantai pasokan global.
"Pasar kini menantikan data indeks harga produsen AS yang akan dirilis Rabu nanti untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai tekanan inflasi dan arah kebijakan Federal Reserve. Para pedagang telah mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga tahun ini," papar Ibrahim.
"(Rupiah) untuk sepekan ke depan diprediksi di rentang Rp 17.420 - Rp 17.650," bebernya.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler






