Kamis, 14 Mei 2026

Prabowo Ungkap akan Dapat lagi Penyerahan Uang Senilai Rp 49 Triliun

Penulis : Theressia Sunday Silalahi
13 Mei 2026 | 17:04 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto menghadiri penyerahan penyerahan hasil penertiban berupa denda administrasi dan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp10,27 triliun di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026). ANTARA/Maria Cicilia Galuh
Presiden Prabowo Subianto menghadiri penyerahan penyerahan hasil penertiban berupa denda administrasi dan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp10,27 triliun di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026). ANTARA/Maria Cicilia Galuh

JAKARTA, investor.id - Presiden Prabowo Subianto mengaku mendapat informasi bahwa bulan depan akan ada penyerahan uang menggunung lagi sebesar Rp 11 Triliun. Hal tersebut dia sampaikan saat menyampaikan sambutan dalam penyerahan uang hasil rampasan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).

Menurut Prabowo, bisikan yang dia terima, akan ada penyerahan Rp 11 triliun serta ada kurang lebih Rp 39 triliun uang yang tidak jelas.

“Para korupto atau para kriminal itu mungkin entah sudah lari dari Indonesia atau sudah meninggal, uangnya ketinggalan di rekening-rekening gak jelas, ya kan,” ujar Prabowo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

ADVERTISEMENT

“Saya katakan, kalau sudah sekian tahun tidak diurus, dan sudah sekian tahun kita umumkan, umumkan, gak ada yang datang, ya sudah pindahin untuk rakyat. Jadi bulan depan kurang lebih akan ada 49 triliun,” imbuhnya. 

Presiden Prabowo mengaku senang dan terhormat dapat menyaksikan langsung penyerahan uang hasil penindakan dan penyelamatan uang negara.

Selama kepemimpinannya, Prabowo setidaknya sudah empat kali menghadiri penyerahan tumpukan uang senilai triliunan dari Kejaksaan Agung hasil penindakan dan denda berbagai kasus yang ditangani.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 2 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 34 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 44 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 45 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 56 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia