Endriartono-Pramono Edhie Kuda Hitam Pilpres 2014
JAKARTA - Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC) menyatakan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto dan Kepala Staf TNI-AD Jenderal Pramono Edhie merupakan "kuda hitam" untuk menjadi calon presiden pada Pemilu 2014.
"Kedua nama itu merupakan figur terpercaya di lingkungan TNI mengingat jejak rekamnya yang memiliki integritas tinggi terhadap nasionalisme keIndonesiaan sehingga mampu berpihak pada persoalan kebangsaan dan nasib rakyat," kata Ketua Dewan Direktur SMC Syahganda Nainggolan di Jakarta, Kamis.
Model kepemimpinan mereka selama ini juga dapat menjamin kenyamanan nasional demi menciptakan kemajuan bangsa secara bermartabat ke depan khususnya di bidang kesejahteraan ekonomi dan tidak tunduk pada pengaruh asing ataupun kapitalisme global.
"Karenanya, dua figur itu pantas dipersiapkan sebagai calon presiden yang akan datang," kata mantan Direktur Eksekutif Cides (Center for Information and Development Studies) itu.
Terkait komitmen pada pengembangan demokrasi di tanah air, Syahganda menilai kelembagaan ataupun figur-figur utama TNI, sejauh ini cukup terlatih untuk tidak mengganggu jalannya demokrasi.
Ia tidak menampik dalam ukuran popularitas di tengah masyarakat hingga saat ini, nama mantan Panglima Kostrad Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra terbilang tinggi sebagai capres yang difavoritkan banyak kalangan untuk menghadapi Pilpres 2014.
Namun, katanya, ada faktor yang bisa menjadi ganjalan guna memuluskan langkah pencapresannya meskipun Prabowo pernah menjadi calon Wakil Presiden pada Pilpres 2009 berpasangan dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
"Selain itu Partai Gerindra harus berjuang ekstra keras untuk berkoalisi dengan melibatkan partai-partai lain agar syarat ambang batas pengajuan capres atau presidential threshold tercukupi," ujar Syahganda. (ant/gor)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler






