Dilantik Sebagai Utusan Khusus Presiden, Mari Elka Fokus Perdagangan Internasional
JAKARTA, investor.id – Mari Elka Pangestu resmi dilantik sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral di Istana Negara, pada Selasa (22/10/2024). Mari Elka Kembali bergabung dalam pemerintahan setelah menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Menparekraf di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBT).
“Saya diminta sebagai utusan khusus untuk perdagangan internasional dan kerja sama multilateral. Kita menunggu arahan presiden ya, tapi ya kurang lebih sesuai dengan bidang saya, ya kurang lebih mengenai kerja sama internasional di bidang perdagangan maupun lebih luas secara multilateral. Sekarang kan banyak sekali isu-isu lain yang kita hadapi,” kata Mari Elka di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (21/10/2024).
Terkait rencana 100 hari ke depan, ia mengaku masih menunggu arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
“Kami menunggu arahan presiden dulu ya, prioritas beliau di mana,” kata Mari Elka. Selain itu, ia juga masih belum mendapatkan arahan terkait garis koordinasinya dengan Kementerian Perdagangan.
Adapun Presiden Prabowo Subianto melantik staf khusus presiden, berikut nama-nama yang dilantik yaitu:
-
Muhamad Mardiono sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan
-
Setiawan Ichlas sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan
-
Miftah Maulana Habiburrahman sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan
-
Raffi Farid Ahmad sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni
-
Ahmad Ridha Sabana sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Eekonomi Kreatif dan Digital
-
Mari Elka Pangestu, sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral
-
Zita Anjani sebagai sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler






