Kamis, 14 Mei 2026

Anggota DPR Desak Pendirian Pusat Kebudayaan Indonesia di Luar Negeri

Penulis : Yustinus Paat
4 Des 2024 | 15:43 WIB
BAGIKAN
Cendekiawan dan akademisi Indonesia baru-baru ini mengikuti studi banding ke Berlin, Hamburg, dan Goettingen untuk mempelajari kehidupan umat Islam di Jerman. Anggota DPR RI mendesak pendirian pusat kebudayaan Indonesia di luar negeri. (Foto: Goethe-Institut/ Bernhard Ludewig)
Cendekiawan dan akademisi Indonesia baru-baru ini mengikuti studi banding ke Berlin, Hamburg, dan Goettingen untuk mempelajari kehidupan umat Islam di Jerman. Anggota DPR RI mendesak pendirian pusat kebudayaan Indonesia di luar negeri. (Foto: Goethe-Institut/ Bernhard Ludewig)

JAKARTA, investor.id – Anggota DPR RI mendesak pendirian pusat kebudayaan Indonesia di luar negeri. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum (Ketum) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Budisatrio Djiwandono.

Ia menilai, sudah saatnya Indonesia meniru dengan mendirikan pusat kebudayaan di luar negeri. Ini seperti Jepang yang punya Japan Foundation, Belanda punya Erasmus Huis, dan Prancis memamerkan budayanya lewat Institut Français.

Budisatrio mendesak Kementerian Luar Negeri untuk mendirikan pusat kebudayaan Indonesia di luar negeri guna memperkuat diplomasi budaya dan pengaruh global bangsa.

ADVERTISEMENT

“Ini usulan untuk memperkuat diplomasi budaya, meski kita sudah punya kementerian khusus. Kalau kita lihat beberapa mitra internasional kita, mereka punya pusat kebudayaan baik di Indonesia maupun di dunia,” ucapnya, Selasa (3/12/2024).

Budisatrio mengemukakan pusat-pusat seperti itu umum di antara negara-negara maju, dengan menyebutkan contoh-contoh seperti Japan Foundation dan Goethe-Institut.

“Pusat-pusat ini tidak hanya menjadi alat untuk mempromosikan budaya tetapi juga untuk membangun hubungan diplomatik dan ekonomi yang lebih kuat dengan negara tuan rumah,” imbuh Budisatrio, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 30 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 41 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia