Kamis, 14 Mei 2026

Saham Barito (BRPT) ke Level Tertinggi dalam Setahun Terakhir, Cek Fakta Kinerja Berikut

Penulis : Parluhutan Situmorang
27 Aug 2023 | 15:01 WIB
BAGIKAN
PT Barito Pacific Tbk (BRPT). (Ilustrasi/Perseroan)
PT Barito Pacific Tbk (BRPT). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id –  Harga saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mendadak bangkit dalam beberapa hari terakhir. Kebangkitan saham ini dimulai sejak pengendalinya, Prajogo Pangestu, memborong saham BRPT dari pasar.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham BRPT telah melesat sebanyak 15,08%  menjadi Rp 1.030 sepanjang pekan lalu atau terhitung sejak 21-25 Agustus 2023. Bahkan level tersebut menjadi harga tertinggi saham BRPT lebih dari satu tahun terakhir atau tepatnya sejak 11 Agustus 2023.

Lompatan harga saham perseroan terjadi secara bersamaan saat perusahaan milik Prajogo lainnya, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), melesat lebih dari 10 kali lipat sejak listing perdana pada Maret 2023 hingga pekan lalu. Bahkan, saham ini sampai terkena suspend dua kali berturut-turut. Prajogo bertindak sebagai pemegang 85,06% saham CUAN.

ADVERTISEMENT

Lompatan harga saham BRPT juga terjadi setelah Prajogo Pangestu memborong sebanyak 10,57 juta saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dari pasar dalam dua pekan lalu. Aksi beli saham ini dalam rangka investasi.  

Prajogo Pangestu selaku pengendali saham BRPT melalui pengumuman resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan bahwa pembelian tersebut menjadikan kepemilikan sahamnya bertambah 0,011% menjadi 71,17% saham.

Lalu, bagaiman performa BRPT hingga semester I-2023? Berdasarkan data laporan keuangan, BRPT membukukan penurunan pendapatan menjadi US$ 1,37 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 1,61 miliar.

Meski demikian laba periode berjalan perseroan melesat dari US$ 30,06 juta menjadi US$ 81,67 juta. Peningkatan tersebut didukung atas penurunan beban pokok pendapatan serta beban umum dan administrasi. Hal ini menjadikan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat dari US$ 8,84 juta menjadi US$ 30,36 juta.  

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 2 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 31 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia