Begini Pandangan Schroders terhadap Pasar Saham RI Tahun 2024
Lebih lanjut Schroders Indonesia mengemukakan, penurunan suku bunga yang terjadi seharusnya memberikan narasi bagi pemulihan pasar obligasi pada paruh pertama tahun 2024. Dengan begitu dapat memberikan dorongan bagi pasar saham pada paruh berikutnya, karena pasar saham biasanya tertinggal dan mengikuti pasar obligasi.
Pada akhirnya, sektor-sektor yang menjadi proksi pasar obligasi juga dapat merasakan sentimen dari penurunan imbal hasil obligasi. “Kami berpikir bahwa tekanan dari sektor komoditas juga akan mereda karena penurunan harga komoditas seharusnya mulai mencapai titik terendah, meskipun potensi kenaikan masih perlu dilihat,” tutur Schroders.
Baca Juga:
Manuver Petinggi GOTOTantangan utama pada 2024 akan datang dari ketidakpastian yang berkaitan dengan politik. Pemilihan presiden Indonesia akan menjadi sesuatu yang akan dipantau oleh banyak orang di seluruh dunia, karena masa jabatan Presiden Jokowi berakhir. Sementara, kandidat-kandidat yang ada memiliki perbedaan mencolok satu sama lain. Program-program dan kelanjutan kebijakan masih menjadi tanda tanya pada saat ini.
Di luar negeri, Amerika Serikat juga akan menghadapi pemilihan presiden pada akhir 2024, di mana Biden kemungkinan bakal menghadapi Trump sekali lagi, yang dapat menyebabkan ketidakpastian global. Dari sudut pandang geopolitik, ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat, Israel dan Hamas, serta AS dan China, diperkirakan terus menjadi ‘noises’ dari waktu ke waktu. Pemulihan ekonomi China dapat menjadi cahaya harapan, jika ekonomi mereka mulai pulih pada 2024.
“Kami berpendapat investor perlu tetap waspada, namun tetap berinvestasi di pasar saham. Meskipun mungkin ada beberapa gejolak, kami meyakini pasar saham Indonesia siap untuk pulih. Pemilihan saham akan tetap menjadi kunci pada 2024 dan faktor fundamental merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh investor ketika melihat strategi investasi,” pungkas Schroders.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler






