Kamis, 14 Mei 2026

Begini Pandangan Schroders terhadap Pasar Saham RI Tahun 2024

Penulis : Jauhari Mahardhika
24 Des 2023 | 07:01 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi investasi saham. (Image by Freepik)
Ilustrasi investasi saham. (Image by Freepik)

Lebih lanjut Schroders Indonesia mengemukakan, penurunan suku bunga yang terjadi seharusnya memberikan narasi bagi pemulihan pasar obligasi pada paruh pertama tahun 2024. Dengan begitu dapat memberikan dorongan bagi pasar saham pada paruh berikutnya, karena pasar saham biasanya tertinggal dan mengikuti pasar obligasi.

Pada akhirnya, sektor-sektor yang menjadi proksi pasar obligasi juga dapat merasakan sentimen dari penurunan imbal hasil obligasi. “Kami berpikir bahwa tekanan dari sektor komoditas juga akan mereda karena penurunan harga komoditas seharusnya mulai mencapai titik terendah, meskipun potensi kenaikan masih perlu dilihat,” tutur Schroders.

Tantangan utama pada 2024 akan datang dari ketidakpastian yang berkaitan dengan politik. Pemilihan presiden Indonesia akan menjadi sesuatu yang akan dipantau oleh banyak orang di seluruh dunia, karena masa jabatan Presiden Jokowi berakhir. Sementara, kandidat-kandidat yang ada memiliki perbedaan mencolok satu sama lain. Program-program dan kelanjutan kebijakan masih menjadi tanda tanya pada saat ini.

ADVERTISEMENT

Di luar negeri, Amerika Serikat juga akan menghadapi pemilihan presiden pada akhir 2024, di mana Biden kemungkinan bakal menghadapi Trump sekali lagi, yang dapat menyebabkan ketidakpastian global. Dari sudut pandang geopolitik, ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat, Israel dan Hamas, serta AS dan China, diperkirakan terus menjadi ‘noises’ dari waktu ke waktu. Pemulihan ekonomi China dapat menjadi cahaya harapan, jika ekonomi mereka mulai pulih pada 2024.

“Kami berpendapat investor perlu tetap waspada, namun tetap berinvestasi di pasar saham. Meskipun mungkin ada beberapa gejolak, kami meyakini pasar saham Indonesia siap untuk pulih. Pemilihan saham akan tetap menjadi kunci pada 2024 dan faktor fundamental merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh investor ketika melihat strategi investasi,” pungkas Schroders.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 24 detik yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 29 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia