Kamis, 14 Mei 2026

Cegah Dipakai Judol, Kemensos Gandeng BI Pantau Penggunaan Dana Bansos

Penulis : Reza Hery Pamungkas
25 Jul 2025 | 23:43 WIB
BAGIKAN
Menteri Sosial Saifullah Yusuf usai melakukan audiensi bersama Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial di Jakarta, Jumat (25/7/2025).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf usai melakukan audiensi bersama Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial di Jakarta, Jumat (25/7/2025).

JAKARTA, investor.id – Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng Bank Indonesia (BI) untuk memantau dan menganalisis penggunaan dana bantuan sosial (bansos) oleh para penerimanya. Langkah ini sebagai tindak lanjut dari temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Laporan PPATK tersebut mengungkapkan, lebih dari 600 ribu penerima bansos, tercatat menggunakan dana tersebut untuk aktivitas judi online (judol). 

"Koordinasi dengan Bank Indonesia diharapkan bisa mengungkap rekening-rekening penerima bansos yang memiliki saldo atau aktivitas keuangan di luar kewajaran," ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul usai melakukan audiensi bersama Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial di Jakarta, Jumat (25/7/2025).

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan bahwa dana bansos hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan, dan bukan untuk disalahgunakan.

Menurutnya, saat ini Kementerian Sosial telah mencoret lebih dari 200 penerima bansos yang teridentifikasi aktif bermain judi online. Sementara itu, ratusan lainnya masih dalam proses verifikasi lebih lanjut.

“Kami menduga ada lebih dari 300 penerima bansos yang menyalahgunakan bantuan untuk keperluan yang tidak semestinya, termasuk judi online,” kata Gus Ipul.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 2 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 31 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia